Pintar-pintarlah Hidup

"Jangan mati-matian mencari hal-hal yang tak bisa dibawa mati" Emha Ainun Nadjib

Well, tulisan saya kali ini bertema : pintar-pintarlah hidup!
Pilih-pilihlah amal, amal yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Pilih-pilihlah, yang paling Allah suka! Yang manfaatnya paling terasa :)

Pilih-pilihlah, yang terbawa terus sampai mati.

"Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu :

-sedekah jariyah
-ilmu yang bermanfaat
-anak saleh yang mendoakannya"
(HR. Muslim)

So, jelas "worth-it"nya meluangkan banyak waktu untuk anak kita. Karena itulah sepintar-pintar seorang wanita beramal. Semoga kelak, anak yang dididiknya menjadi anak yang shaleh, yang ingat kemudian serta merta mendoakan ayah ibunya :)

Ketika setiap ucapan seorang ibu bernilai ilmu-ilmu kehidupan, ketika perbuatan dan kebiasaan ibu menjadi teladan.

Alhamdulillah, dengan ini saja sudah mendapat dua point dari amal jariyah.

Pintar-pintarlah hidup. Pilihlah hidup yang pintar :D
read more...

Peringatan Semesta

"Al-Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus"
(At-Takwir:27-28)

Al-quran hanyalah peringatan, rambu-rambu bagi semesta.
Bagi siapa saja..
Bagi siapa, yang mau menempuh jalan yang lurus.

Selama ini, bingung mencari arah mau kemana, mau jadi apa, mau berkontribusi di bidang apa, mau menjadi orang seperti apa, mau memberi apa?
Jawabannya ada disana..
Peringatan dan rambu-rambunya ada disana.
Sudahkah kita mengaji & "mengkaji" Al-qur'an hari ini? :)
read more...

Preseverance

Tahukah anda apa makna dari preseverance? Yup, ketekunan.
Ada sebuah quote yang menarik hati saya, begini bunyinya :

"I do not think there is any other quality so essential to success of any kind as the quality of preseverance. It overcomes almost everything, even nature."
-John D. Rockefeller-

Kemudian saya menjadi semakin penasaran untuk mencari lebih jauh tentang preseverance ini, dalam beberapa penjelasan preseverance memiliki makna :
- commitment, hardwork, patience, endurance
- able to bear difficulties calmy and without complaint

Menarik ya, difficulties dan calmy menyatu dalam satu definisi. Mungkin ini juga yang dimaksud bahwa tekun itu bermodal kesabaran dan istiqomah.
Dalam Al-Qur'an pun Allah menyuruh kita untuk tekun,
"Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepadaNya dengan penuh ketekunan" (Al-Muzzammil : 8)

Yuk, mari menjaga ketekunan di dalam diri kita :):

read more...

Cannot be Seen or even Touch

The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart.
-Helen Keller-

Mata kita terbatas, seluruh panca indera kita terbatas. Karen keterbatasan itulah kita tidak mampu menembus cahaya kemuliaan yang paling indah, An-Nur.
Lagi-lagi, bukan matamu yang buta tapi hati di dalam dada. (Al-Hajj : 46)

read more...

Keluarga Fahmi

Perkenalkan inilah keluarga kecil kami, Keluarga FAHMI

Sederhananya, Fahmi merupakan gabungan nama ayah dan bunda, Sofa dan Hilmi.
Namun lebih jauh dari itu, fahmi merupakan kata yang berasal dari kata "al-fahm" yang artinya "paham"

Mengapa? Karena, "Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya"

Besar cita-cita kami dalan menyusun nama ini, kami ingin menjadi keluarga yang paham seutuhnya tentang kehidupan, baik itu kehidupan berkeluarga, pendidikan anak, bahkan yang lebih utama yaitu paham bagaimana berislam dan menjalani hidup sebagai seorang muslim -sebenarbenarnya-.

FAHMI juga merupakan singkatan nilai-nilai yang dipegang teguh dalam keluarga :
Focus (Positif dan persisten dalam mengerjakan sesuatu)
Add value (Selalu memberikan nilai tambah dalam pekerjaan)
Honesty (Mengutamakan kejujuran di setiap aspek)
Mastery (Menjadi ahli di setiap peran dan amanah)
Integrity (Selaras dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan)

Alhamduillah, Allah telah mengaruniakan kami seorang anak laki-laki. Kamipun memberinya nama Fahmi agar nama sekaligus doa in melekat dalam kesehariannya.

Semoga Allah selalu membimbing kami agar semakin "paham" tentang why-we-exist? serta istiqomah dalam menjaga nilai-nilai dalam keluarga. Amiin.

read more...

Tentang Muhasabah

Why?
Karena kita hanya hidup sebentar di dunia ini. Dan innalillahi wa inna ilaihi rajiuun.
Dalam sebuah percakapan, antara Al-Fudhail (A) dengan si Fulan (F)
A : Sudah berapa lama kamu menjalani hidup?
F : Enam puluh tahun
A : Sudah enam puluh tahun Anda mengadakan perjalanan menuju Tuhanmu, dan sebentar lagi kamu akan sampai
F : Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun
A : Tahukah anda maksud ucapan innalillahi wa inna ilaihi rajiuun? Sesungguhnya barangsiapa yg mengetahui bahwa dirinya adalah hamba Allah dan akan kembali kepadaNya, maka hendaknya ia meyakini bahwa dirinya akan dihadapkan. Barangsiapa yang meyakini bahwa dirinya akan dihadapkan, maka hendaknya ia mengetahui bahwa dirinya akan ditanya, maka persiapkanlah jawaban terhadap pertanyaan itu.
F : Lalu bagaimana jalan keluarnya?
A : Mudah
F : Apa itu?
A : Kamu perbaiki amalmu sekarang, niscaya amalmu di masa lalu akan diampuni. Jangan memperburuk amalmu di masa sekarang, karena kamu akan diberi hukuman berdasarkan amal burukmu yang dulu dan yang sekarang. Dan amalan yang diperhatikan adalah amalan di akhir hayat.
Bagaimana caranya memperbaiki amal? Dengan muhasabah (mengoreksi diri dan menghitung-hitung kesalahan)
Bagaimana caranya?
Ibnul Qayyim menjelaskan caranya :
1. Melihat amalan fardhu, jika dilihatnya ada yang kurang, maka ia berusaha mengejarnya
2. Melihat larangan, jika dilihatnya bahwa dirinya mengerjakan larangan, maka ia tutupi dengan taubat dan amal shaleh
3. Melihat sikap lalai pada dirinya, maka disusul dengan dzikir dan mendekatkan diri kepada Allah
4. Melihat tindakan yang dilakukan anggota badan, ucapan oleh lisan, langkah oleh kaki, gerakan dan perbuatan oleh tangan, pandangan oleh mata, pendengaran oleh telinga.
Semangat memperbaiki diri yuk!
Semoga bermanfaat :)

read more...

REBRANDING : MotherGonnaBe-corner -- M3D (Mother-Muslimah-Medical Doctor)


Teman-teman, judul awal blog ini adalah MotherGonnaBe-corner, namun karena Allah sudah mengabulkan cita-cita pemilik blog untuk menjadi ibu, maka saya mengubah judul blog ini menjadi M3D (Mother-Muslimah-Medical Doctor).

Semoga semangat penggantian judul blog ini selaras dengan upaya saya untuk meningkatkan kualitas diri sesuai dengan amanah yang telah Allah berikan.

Selamat membaca!
read more...

I See The Light



dedicated to my lovely husband, Hilmi Sulaiman Rathomi :)

and at last I see the light.. and it's like the fog has lifted..
and at last I see the light.. and it's like the sky is new..
and it's warm and real and bright..
and the world has somehow shifted..
all at once everything looks different..
now that I see you..

(OST Tangled)

read more...

Wedding Puzzles #2 : Seorang Ayah

“Ayah, masih ingat kakak seniorku yang waktu itu..?”

20 tahun sudah, saya menikmati surga dunia yang Allah titipkan lewat ayah saya. Bukan berlebihan jika saya menyebutnya sebagai surga dunia, butuh makan tinggal minta, baju-baju tersedia, tempat tinggal nyaman di pinggiran kota.

Ayah layaknya malaikat yang Allah utus untuk menjaga saya, mengajarkan saya tentang hikmah kehidupan. Ia yang pertama kali memahamkan tentang Pencipta Segala. Ia betul-betul layak saya sebut sebagai malaikat pelindung. Tidak ada putusnya, dari penjagaan yang satu ke penjagaan yang lain.

"Barang siapa memelihara dua anak perempuan, memberi nafkah kepada keduanya dan membaguskan pemeliharaan keduanya sampai keduanya dewasa, maka akan datang di hari kiamat aku dan dia." rasul mengepalkan jari-jari beliau

(HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban)

Hadist ini yang Ayah sampaikan ketika saya menginjak usia remaja. Mau kan, kak, nyelametin Ayah & Mamah di akhirat nanti..? Berbekal hadist ini, saya berusaha menjaga diri dan kehormatan. Juga menjaga adik perempuan saya satu-satunya.

Sesekali kami berdiskusi, tentang kehidupan kuliah, amanah-amanah, kondisi adik-adik, serta rencanya masa depan. Tidak dapat dipungkiri, semakin hari kami semakin paham bahwa saya sudah memasuki masa-masa peralihan. Berjalan untuk beralih dari satu surga ke surga yang lain, dari keluarga intiku membentuk sebuah keluarga baru.

Lamaran itu datang, Ayah sayang..

Saya tidak akan pernah bisa melupakan goresan senyumnya saat membaca segala informasi yang saya berikan. Satu per satu kalimat dibacanya dengan teliti. Sesekali ia tertawa, sejurus kemudian wajahnya kembali serius. Saya paham, bukan hal yang mudah baginya melepaskan titipan Allah dan memastikannya jatuh kepada orang yang tepat.

Hari demi hari berlalu, sudah tidak terhitung berapa kali ia mengusap kepala saya, menceritakan hikmah-hikmah dalam hidupnya, termasuk kehidupan berumah tangga. Ratusan bahkan ribuan stok senyum dan tawa ia keluarkan untuk menenangkan buah hatinya yang sedang mempersiapkan jiwa raganya untuk sebuah pernikahan.

Ayah.. aku sungguh tahu ini tak mudah.

Setiap waktu dan kesempatan, ayah menanamkan nilai-nilai dan prinsip hidup kepada seseorang yang kelak akan menjadi imam saya. Sesekali mereka berdiskusi, membicarakan banyak hal, membentuk kesepahaman yang laras.

Waktu terus berjalan. Doa-doa dipanjatkan, memohon ridhoNya atas apa yang kami usahakan. Mengharap Allah memberikan kekuatan kepada Ayah untuk menggenapkan tugas terakhir bagi anak perempuannya, menikahkan.

Hingga hari itu datang..

read more...

Wedding Puzzles #1 : Keyakinan


“I don’t know much, but I know I love you.. and that maybe all I need to know..”
(Linda Ronstadt & Aaron Neville)

Tidak pernah terbayang sebelumnya –setidaknya dalam logika sederhana saya- bahwa saya akan menerima lamaran seorang laki-laki yang baru saya temui sekali sepanjang hidup. Tidak pernah ada sejarahnya, saya begitu mudah mengambil sebuah keputusan, apalagi untuk sebuah keputusan besar yang akan menentukan kehidupan saya setelahnya, dunia akhirat!

Dalam folder-folder -setengah rapi- di otak saya, ada loker-loker yang harus saya sambangi dalam menentukan sebuah keputusan. Keputusan akan berbuat apa, makan apa, berkunjung ke kediaman siapa, dan sebagainya. Logika saya seringkali menjadi raja dalam setiap aktivitas yang saya lakukan, dan si logika selalu memaksa untuk menjadi yang terdepan.

Jika saya memberikan kesempatan logika berbicara, ia akan bersuara dengan lantang, “mengenal seseorang –apalagi calon suami- tidak bisa hanya sekedar berinteraksi minim dengannya, tidak mungkin hanya sekedar membaca tulisan, tanpa ada interaksi intens di antara kalian berdua”

Tapi.. logika itu bertekuk lutut pada suatu malam. Dikalahkan oleh sebuah desain peradaban..

Ya, sebuah desain peradaban, yang membuat saya tidak perlu berpikir sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya. Tidak perlu bagi saya untuk menambahkan variabel-variabel sekunder dalam menimbang. Cukup satu, sebuah visi.

Tergambar dengan cukup jelas dalam benak saya, bagaimana saya –jika kelak menjadi istrinya- dapat mendayagunakan minat, kesempatan, dan kemampuan untuk mencari keridhoan Pemilik Masa Depan.

Kejernihan dan keseragaman visi, menjadikan sebuah keraguan menjadi keyakinan yang terhujam. Ia menjadi sebuah
booster energi yang tidak pernah putus dalam merancang project-project berkelanjutan. Kejernihannya mengukir senyuman ketika rintangan mulai datang.

Allah-lah yang memberikan karunia keyakinan kepada hamba-hambaNya yang ia kehendaki. Allah pula yang memberikan pemahaman ke dalam setiap hati, kepada siapa kesudahan-yang-baik dipusakakan (7:128).

Bismillah..
:)
read more...

Daisypath Anniversary tickers