Memori Habiburrahman

Sembari menyusuri pelataran masjid, terlihat pemandangan yang begitu jelas dan (kalau boleh berkomentar) eksotis.

Malam ini, bukan taburan bintang-bintang yang membuat terpesona, bukan juga fase bulan sabit atau purnama yang mengalihkan perhatian, tapi pemandangan yang berbeda.

Pelataran masjid itu dipenuhi oleh lingkaran-lingkaran kecil. Lingkaran yang disusun oleh seorang ayah, ibu, dan anak-anaknya. Dimana-mana.

Ngga jarang juga anak-anak yang berlarian di sekitar masjid, anak-anak perempuan manis berkerudung yang ngga mau lepas dari ibunya, ataupun yang main kesana-kemari dengan teman-teman sebayanya.

Hihi.. lucunya.. ^^

Lucu, melihat anak-anak yang sudah sedemikian akrab dengan masjid ini..
Lucu, memperhatikan bagaimana kolaborasi si ayah dan si ibu untuk membina anak-anaknya.

Ya Rabb, biarkan aku menjadi saksi ikhtiar para orang tua di masjid ini dalam mencetak generasi Rabbani =)












-Masjid Raya Habiburrahman, 23 Ramadhan 1430 H-

read more...

Untukmu yang pernah merasa sendiri


Bersyukurlah, wahai sahabat.. karena itu adalah sebuah anugerah..

Bersyukurlah, karena kau mendapat kesempatan untuk lebih memahami kata ”senda gurau” yang dinobatkan olehNya untuk DUNIA

”Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Tidakkah kamu memahaminya?” (Al-an’am : 32)

Bersyukurlah.. dengan itu kau mampu memahami,
Siapa yang tak pernah meninggalkanmu..
Siapa yang selalu memerintahkan jantung untuk memompa darahmu..
Siapa yang melindungimu dikala kau terlelap..

”Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya?..” (Az-Zumar : 36)

read more...

Kerinduan..

Untuk seseorang yang mencintaimu,
mencintaiku,
dan seluruh ummatnya..
dengan segenap jiwa dan raganya..


Seseorang yang setiap malam terbangun,
berdoa dalam tangisnya..
untuk kebaikanmu,,

kebaikanku..
kebaikan seluruh ummatnya..

Seseorang yang merindukan untuk berjumpa denganmu,
denganku,
bertemu seluruh ummatnya yang belum sempat berjumpa denganny
a..

Seseorang yang berjuang berdarah-darah..
untuk keselamatanmu,
keselamatanku..
keselamatan ummatnya dunia akhirat..

Seseorang yang bahkan hingga akhir hayatnya memikirkanmu,
memikirkanku,

memikirkan ummatnya..

Seseorang yang sungguh mempesona..
Nabimu,
Nabiku,
Nabi kita..
Muhammad Rasulullah, shalallahu ’alaihi wasallam.

Allahumma shalli wasallim, wabarik 'alaih..



-izinkan kami berjumpa dengan seseorang yang kami cintai+sangat mencintai kami ya Allah (amin)-

read more...

Shalat Everywhere

Teman2.. banyak hikmah yang kudapat saat mengamati foto-foto di bawah, mudah2an hikmah itu akan terus berlanjut, disini.. ^^

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingatKu" (20:14)

kapanpun.. dimanapun..

walau sempit tapi hati lapang.. ^^


dan salju pun menjadi saksi..


berzikir bersama ombak..


di atas kapal.. kiblatku tetap di ka'bah


atas, bawah.. yang penting jamaah


shalat dulu baru rezeki


di padang pasir..

di atas batu..


jamaah memang bikin anget^^


di antara reruntuhan bangunan


di hutan..


di atas bis.. subhanallah


barisan yang rapi, dimanapun

di pesawat..

pictures' source : bungakehidupan (wordpress)

read more...

Masih Amankah..?

Tiba-tiba gedung kuliah itu bergetar, meja tempat kami berdiskusi kelompok menghentak beberapa kali. Lemari besi yang cukup besar di ruangan kami berbunyi nyaring. Jendela berderit. Air kolam yang berada tepat di tengah kampus kini bergelombang dan menumpahkan sebagian isinya ke pinggir kolam. Itu semua cukup menyadarkan kami akan apa yang sedang terjadi.

Gempa ini tidak begitu besar seperti yang terjadi di Tasikmalaya yang letaknya 3 jam dari kampus, namun cukup untuk merobohkan ratusan rumah di berbagai tempat di selatan Jawa Barat.
Dan cukup meretakkan beberapa dinding kostan ku (masyaAllah, mudah2an ngga ada gempa susulan...)

Sahabatku, bumi tempat kita berpijak, seolah-olah begitu kokoh menopang kita dan seluruh kehidupan. Tak pernah terpikir tanah yang biasa kita lewati
untuk berangkat kuliah pagi-pagi bisa berguncang seperti itu.

Betapa tidak amannya kita sahabat...
Setebal a
papun beton yang digunakan untuk mengokohkan jalan dan bangunan, pada akhirnya hanya seperti batangan-batangan tanpa makna.









ketika bumi bukan lagi tempat untuk berlindung, kemanakah kita dapat memohon perlindungan selain pada Allah Ash-Shomad yang bergantung kepadaNya segala sesuatu..

ketika rasa aman tidak lagi kita temukan, kemanakah kita dapat menemukan
nya selain pada Allah As-Salam Yang Memberi Keselamatan.. =)

"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?" (Al-Mulk : 16)

pikiran yang muncul sesaat setelah semua keributan di kampus mereda,,

ditulis ba'da subuh, entah kenapa rasanya begitu sulit untuk tidur tadi malam..
read more...