3 Anak Laki-laki



لِّـلّٰـهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ  ۗ  يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ  ۗ  يَهَبُ لِمَنْ يَّشَآءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَآءُ الذُّكُوْرَ  
"Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,"
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 49)

Sudah selesai putaran pikiran saya tentang jenis kelamin anak,
sesederhana saya memahami bahwa ini murni kehendak Allah.

Ketika ini sepenuhnya kehendakNya, maka bersiaplah dengan rencanaNya.
Saya sungguh exciting menunggu apa yang sedang Allah persiapkan dengan menitipkan 3 orang anak laki-laki dari rahim ini.
Bismillah :)
read more...

Waktu

Waktu, berhentilah..

Terlalu banyak kau terbuang sia-sia
Berhentilah, berikan aku kesempatan memahami dunia..

Sesungguhnya, yang kutahu hanya dengan mentadabburi ayatNya, tuk pahami hidup ini

Setiap manusia disibukkan dengan urusannya yang panjang
Dan terlelap di sepenuh malam
Tanpa ingat,
Awan terus bergerak
Bumi terus berputar,
Rasio amal dan waktu berjalan

Lakukanlah dari yang sederhana,
yang bermakna,
yang berguna..
read more...

Peran SIBUK apa yang ingin kau jalani?

Ya Allah

Terima kasih atas hidup ini
Saya tidak ingin menjalani hidup dengan santai,
karena ini begitu singkat..

Terlalu banyak amal kebaikan yang saya sia-siakan
Saya akan memilih, merencanakan, menghayati, dan bekerja sesuai dengan peran yang saya pilih.. dan tentunya, Engkau tetapkan

Peran bukan berarti profesi...
Tapi juga bukan berarti tanpa terikat dengan profesi, saya berhak hidup santai..

SIBUK-lah dengan tujuan penciptaanmu di dunia!
Berpeluh-peluh menjalankan peranmu
Ini ibadah, jangan mengeluh!


Tulisan ini dibuat setelah mengantar Fahmi ke sekolah. Di perjalanan, saya banyak melihat hal-hal yang sepatutnya membuat saya lebih bersyukur akan hidup. Diantaranya:

  • Pasien puskesmas di angkot yang sangat tidak terurus
  • Kakek-kakek yang tetap harus berjualan untuk menyambung hidupnya
  • Pasien muda yang mukanya menghitam efek transfusi
  • Seorang ayah yang baru saja kehilangan anak perempuan satu-satunya (anak IC)
  • Pegawai daycare yang tetap ceria setiap hari
  • Pegawai MPASI yang setiap hari men-support selalu usaha yang sedang saya jalankan

Saya akan selalu berusaha mengisi peran sibuk saya setiap harinya,
bismillah
read more...

Peta kekuatan keluarga Fahmi (Sofa-Hilmi)

Disusun saat mengikuti program matrikulasi Institut Ibu Profesional (1 Juni 2017)
read more...

Untuk “Kakak” di masa lalu, “Suami” di masa kini, dan “Ayah” dari anak-anak



Rencana Allah-lah segalanya. Ketika Dia mempertemukan kita dalam suatu rangkaian peristiwa-peristiwa, kemiripan-kemiripan cara berpikir, dan visi yang sama. Allah membalut dengan sempurna ketertarikan kita dalam pengembangan ilmu yang sangat spesifik, kedokteran islam.

Kemampuanmu menerjemahkan sebuah konsep rumit menjadi mudah, dengan muatan dakwah yang kuat, membuat saya yakin: saya bertemu orang yang tepat. Betapa besar mimpi saya di bidang dakwah kedokteran. Bertahun-tahun saya bergelut di bidang ini, belum pernah saya temukan konsep yang komprehensif.

Qadarullah, kita dipertemukan di suatu moment istimewa. Berlanjut dengan ceritamu tentang konsep kedokteran islam (yang selama ini saya cari-cari bentuknya!). Tidak tanggung-tanggung, buku panduannya pun telah kau buat di saat kau masih duduk di bangku kuliah. Saya menyadari, kita sama-sama bermimpi membantu pendidikan kedokteran yang dapat mencetak dokter yang memiliki pemahaman keislaman yang utuh. Demi kemaslahatan yang jauh lebih banyak.

Pernikahan menyatukan kita. Saya pun terus berdoa, agar dari rumah kami Allah jadikan banyak karya-karya dakwah. Kami menyatukan visi, menyadari misi, dan membuat strategi. Kalau bukan karena ibadah, dakwah, dan manfaat tentu tidaklah Dia menciptakan kami. Segala aktivitas-pun kau arahkan agar selalu dalam rangka memenuhi visi kami: matang secara spiritual, berkembang secara intelektual, berkontribusi secara sosial, dan aman secara finansial. Sedikit demi sedikit, kau arahkan saya untuk berpikir lebih jauh. Jauh... sejauh kampung akhirat.

Pun setelah kami dikaruniai anak, kau mampu menerjemahkan peran “ayah” yang tertuang dalam Al-Quran. Kau tidak segan turun tangan mengasuh dan mendidik mereka. Kau ajari bahwa pernikahan adalah ibadah, dan ibadah adalah melakukan yang terbaik.

Hari ini, seperti hari-hari yang telah lalu. Saya kembali mensyukuri anugerah yang Allah berikan. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada saya untuk mendampingi suami saya, mendukung cita-citanya, mensupport kebutuhannya, menguatkan langkahnya, menjadi sahabat baginya. Ya Allah, Engkaulah sebaik-baik pemberi kekuatan.

1 Juni 2017,
Bunda Sofa
read more...