Melatih Sikap Anak Terhadap Uang


Saudari2ku tersayang, berikut ini saya coba tuliskan beberapa tips untuk melatih “si kecil”, (calon) anak2 kita nanti, untuk bersikap arif terhadap -suatu investasi yang biasa kita sebut sebagai- uang :)
check this out!

1. Berikan uang saku
Dengan memberikan uang saku, kita secara tidak langsung mengajak si kecil untuk mulai belajar mengatur “harta” nya sendiri. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan sebelumnya :
  • survey! Coba kita cari tahu berapa harga makanan dan minuman yang dijual di sekolahnya, perkirakan untuk kebutuhan si kecil dalam sehari
  • perkirakan dengan teliti apa jenis pengeluaran yang sering mereka lakukan
  • bertanya kepada tetangga atau ibu orang tua murid tentang uang saku anak-anak mereka
  • perkirakan berapa banyak uang saku yang akan diberikan (termasuk memperhitungkan sepersekian uang-nya untuk ditabung)
  • berikan uang saku dalam bentuk beberapa uang pecahan (misalnya jika kita ingin memberikan uang saku Rp 10.000, maka berikan Rp 5.000 dan beberapa lembar uang Rp 1.000 atau Rp 2.000). dengan demikian, si kecil akan mudah menysihkan uang sakunya untuk ditabung

2. Ajak untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai
Ajak si kecil untuk memikirkan tujuan apa yang ingin ia capai, bisa mainan idamannya, sepatu, buku cerita, sepeda, dsb. Kemudian ajak mereka sedikit-sedikit untuk menabung.
Langkah2 selanjutnya :
  • ajak si kecil ke tempat dijualnya barang yang ia inginkan, kemudian kita cari tahu bersama mengenai harganya
  • bantu dia untuk menyusun rencana menabungnya agar tetap proporsional, berapa jumlah uang yang ingin ditabung setiap minggunya, berapa lama kira2 tujuan itu akhirnya dapat terbeli

3. Membuka wawasannya tentang cara mengelola uang

Saat kita pergi ke bank untuk urusan-urusan biasa, sesekali ajaklah si kecil dan kalau perlu bukalah rekening untuk mereka. Dan hari-hari selanjutnya ajak mereka untuk menabung dan memantau tabungannya

4. Biarkan si kecil belajar mengatur sendiri
Tidak kalah pentingnya bagi kita untuk sesekali membebaskan anak-anak dalam berbelanja. Jika memang diperlukan, kita dapat mengajak mereka berbincang dengan terbuka tentang kekurangan dan kelebihan rencana belanjanya. Setelah itu kita berikan kesempatan si kecil untuk menentukan pilihannya. Kebenaran/kesalahan dalam mengambil keputusan dapat menjadi pembelajaran yang baik bagi mereka.

5. Didik si kecil menyayangi barang-barangnya
Seringkali kita melihat anak-anak begitu mudah menelantarkan barang-barangnya, bahkan tidak jarang laporan ”mainan rusak” yang mereka adukan. Tentunya itu adalah hal yang wajar. Ketika anak-anak sudah mulai besar (5-6 tahun) ada baiknya jika para orangtua mulai memberikan pemahaman tentang perlunya memelihara barang yang dimiliki

Ada sebuah metode yang mungkin bisa diterapkan agar si kecil belajar menyayangi barang-barangnya, yaitu metode gadai.

Contohnya : ketika kita membelikan si kecil barang-barang kebutuhannya seperti sepatu. Kita tantang mereka untuk menggadaikan sebagian dari uang tabungannya untuk menjamin sepatu barunya tidak rusak ataupun hilang. Jika dalam kurun waktu (misalnya 6 bulan) sepatu tersebut awet, maka si kecil berhak memperoleh kembali uang tabungannya. Cukup simple kan? :)

Namun saudari2ku, setelah kita berpanjang lebar berbicara mengenai tips2 menimbulkan semangat hemat dan menabung pada si kecil, kita juga harus menyeimbangkan pola pikir si kecil dengan kebiasaan bersedekah.

Kegiatan-kegiatan seperti mengajak anak-anak berkunjung ke tempat-tempat yang membutuhkan (panti asuhan, daerah pinggiran kota, dsb), mengajak mereka memperhatikan lingkungan sekitar, dan mengajarkan untuk berempati adalah poin penting yang perlu ditanamkan.

Dan yang terpenting, berikan pemahaman kepada anak2 untuk meletakan harta di TANGAN-nya, bukan di HATI-nya :)

-terinspirasi dari buku manajemen keuangan keluarga (Hazeline Ayoeb,dkk) dikolaborasikan dengan syuro internal otak-

3 comments:

  jalalludin

14:15

satu lagi jangan dilupakan...
Berikanlah ciuman kepada anak-anak Anda. Sikap seperti itu tidak membuat wibawa Anda menjadi hilang. Rasulullah sendiri mencium Hasan bin Ali. Suatu ketika Al Aqra’ bin Habis At-Tamimi duduk-duduk bersama Rasulullah. Dia (Al Aqra’) bertanya: “Apakah kalian mencium anak-anak kalian? Aku memiliki sepuluh orang anak, akan tetapi aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka.” Rasulullah memandang Al Aqra’ dan bersabda: “Siapa saja yang tidak menyayangi (orang lain) maka dia tidak akan disayangi.”

  Anonymous

14:16

satu lagi jangan dilupakan...
Berikanlah ciuman kepada anak-anak Anda. Sikap seperti itu tidak membuat wibawa Anda menjadi hilang. Rasulullah sendiri mencium Hasan bin Ali. Suatu ketika Al Aqra’ bin Habis At-Tamimi duduk-duduk bersama Rasulullah. Dia (Al Aqra’) bertanya: “Apakah kalian mencium anak-anak kalian? Aku memiliki sepuluh orang anak, akan tetapi aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka.” Rasulullah memandang Al Aqra’ dan bersabda: “Siapa saja yang tidak menyayangi (orang lain) maka dia tidak akan disayangi.”

  Gresham Caulking

01:45

Thankk you for sharing this

Daisypath Anniversary tickers